marquee

WELCOME TO MY BLOG, FRIENDS!

Laman

Rabu, 30 Desember 2015

ALCOT berpartispasi dalam One Day Community Festival Temanggung





Anime! Apa yang kalian pikirkan tentang anime? Wujud gambar dua dimensi yang menghibur kalian di waktu senggang? Mungkin gadget kalian juga sudah berisi tumpukan file anime dari beraneka genre. Bahkan mungkin kalian sudah hafal mati dengan jadwal perilisan anime per seasonnya, dan mewujudkan kecintaan kalian kepada anime dalam bentuk cosplay, koleksi figurin, komik dll.
Yap, anime dan segala bentuk karya jejepangan memang hal yang cukup digandrungi oleh sebagian (besar) orang. Mulai dari anak-anak, hingga para bapak pun menjadi penikmat produk negeri sakura ini. Banyak kumpulan anak muda yang membentuk komunitas pecinta anime, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Tak terkecuali para pemuda dari bumi Temanggung ini, sebuah  kota kecil di Jawa Tengah.

Nama Temanggung memang tidak (atau belum) tenar dibanding kota-kota besar. Di kota kecil di lereng Sindoro-Sumbing ini lah berdiri sebuah perkumpulan pemuda yang berada di bawah panji “Anime Lovers”, yaitu Komunitas ALCOT (Anime Lovers Community of Temanggung), yang pada 29 Desember 2015 kemarin berkesempatan mengenalkan komunitasnya kepada pemerintah Kab Temanggung dalam ONE DAY COMMUNITY FESTIVAL TEMANGGUNG.



 Pada dialog dengan perwakilan dari Dinas Perhubungan Kab Temanggung, Sadewa, salah satu pendiri ALCOT, menyampaikan bahwa ALCOT terlahir pada Oktober 2013, dari prakarsa para “jomblo” –begitu istilah yang digunakan Mas Sadewa– yang mencari kesamaan minat. Menyadari bahwa kiblat minat mereka adalah Anime, maka terbentuklah gagasan untuk membentuk suatu komunitas yang menyatukan kesamaan tersebut.

Bagas, salah satu perwakilan ALCOT yang mendampingi Sadewa menyebutkan, ALCOT sendiri telah beranggotakan sebanyak 300-an orang di dunia maya (facebook), dan sejumlah anggota cukup aktif di dalam kegiatan gathering rutin yang dilaksanakan di taman pengayoman Temanggung.
panggung utama

panggung utama


Apa saja yang ada di ALCOT?

Pada sesi perkenalan komunitas di panggung utama One Day Community Festival Temanggung, Sadewa dan Bagas diiringi dua cosplayer, yakni Budi yang berkostum Altair dari Assasin Creed dan Rama yang berkostum Obito dari organisasi Akatsuki. Ya, cosplay adalah salah satu ‘isi’ dari ALCOT itu sendiri. Wujud ketertarikan kepada karakter-karakter anime yang dituangkan dalam bentuk costume play.




Jika dibanding kota tetangga seperti Yogyakarta dan Magelang, Temanggung memang terbilang belum mentereng dalam jagad per-“cosplay”-an. Namun hal ini tidak menyurutkan minat muda mudi Temanggung terutama yang bergabung di dalam ALCOT untuk tetap berkiprah dalam dunia cosplay. Asal muasal kostum pun menjadi sorotan salah seorang MC di panggung utama. Darimana para cosplayer mendapatkan kostum beserta pernak-perniknya? Kostum-kostum ini didapat dari penjual-penjual kostum di luar kota, toko online, bahkan membuat atau menjahit sendiri, termasuk macam-macam aksesorisnya.

Selain cosplay, ALCOT pun memiliki banyak hal lain di dalamnya. Seperti yang kemudian disampaikan kembali oleh Sadewa –di ALCOT ada kaos, komik, figurin, hal-hal yang tidak lepas dari anime. Tidak lupa, dipamerkan pula salah satu kaos yang bergambar maskot ALCOT, yakni TEMA-CHAN, berwujud gadis cantik yang membawa sapu, sebagai lambang kebersihan kota Temanggung. Meski berbau “japan”, namun Tema-chan ternyata tidak lepas dari identitas Temanggung. Aksesoris di tubuh sang Maskot memiliki bentuk daun TEMBAKAU, perwujudan ciri khas yang memang tidak terpisahkan dari kota ini.

Bergeser dari panggung utama, ALCOT juga membuka booth di dalam One Day Community Festival, dimana di dalamnya berisi : figurin, komik-komik yang dapat dibaca (dan dibeli), majalah-majalah anime, koleksi kaos anime yang dijual, stiker-stiker, serta cosplayer-cosplayer cantik yang siap menyambut pengunjung dengan senyuman kawaii nya :D

ladies 

kaos dan aksesoris lain

ALCOT masih terus berkembang, dan menerima kedatangan member-member baru yang ingin bersama menciptakan persaudaraan dan persahabatan di bawah naungan komunitas pecinta anime, dan yang menjadi harapan bersama, bahwa semoga ALCOT bisa “meng-anime-kan Temanggung, dan men-Temanggungkan Anime!”
booth ALCOT

booth ALCOT

figurin

kumpulan komik

suasana booth

suasana booth

suasana booth





Senin, 23 November 2015

Sejuta Pesona Sang Lilinum



Image by Fe. Lokasi : Pasar Kembang Bandungan, Semarang
Sebagai orang indonesia, kita pasti sudah tidak asing dengan kecantikan bunga yang satu ini. Yap, bakung! Bakung atau dalam bahasa inggris disebut Lily ini adalah tanaman yang menyimpan keindahan tersendiri. Kecantikannya tak jarang membawa tanaman bergenus Lilium ini menjadi bintang utama di taman kota. 
Image by Fe, Lokasi : Jalan Gajah Mada, Kabupaten Temanggung

Bakung adalah tumbuhan yang mampu tumbuh setinggi 60–180 cm. Keanggunannya terpancar dari wujud bunga beraneka warna yang tumbuh dikepung daun-daun pita. Variasi warna bakung termasuk luar biasa, mulai dari warna polos hingga bergradasi, bahkan bercorak.
Yang paling familiar, yang mungkin segera terlintas di benak semua orang ketika mendengar kata bakung adalah, bakung oranye yang berukuran relatif kecil. Warna keemasannya menjadikan bakung oranye sering menjadi pilihan untuk mendekorasi taman di sepanjang trotoar, yang pada masa berbunganya menjadi hamparan warna cerah yang indah.

Image by Fe. Lokasi : Jalan Gajah Mada, Temanggung


Image by Fe. Lokasi : Desa Kayogan, Temanggung
Bakung lain yang tak kalah populer sebagai hiasan adalah bakung merah. Alam memberi variasi yang menarik pada pigmen merah yang dimiliki sang primadona taman ini. Seperti kedua spesies di atas, yang populer menjadi penghias pemukiman warga. Bakung pertama bertenda-bunga merah pudar bergradasi putih, sedangkan yang kedua berwarna merah polos dengan semburat oranye. Struktur stamen di antara keduanya cenderung sama, kecuali pigmen warnanya yang menyesuaikan keindahan warna tenda-bunganya, menjulur keluar pada pusat reseptakel siap menerima agen-agen penyerbuk.

Primadona dengan keanggunan yang tak kalah dari spesies-spesies di atas, adalah bakung putih. popularitasnya sebagai pusat perhatian dalam penataan taman tidak lagi diragukan, baik putih bercorak titik-titik merah, atau putih polos.
Image by Fe. Lokasi : Desa Brajan, Kabupaten Temanggung
 Gambar di atas menunjukkan bakung putih berbintik merah yang menghias pemukiman warga. Bagian dalam mahkotanya  memiliki garis teratur yang menyebar di tepian mahkota, menyisakan garis putih bersih yang membelah corak merah di bagian tengah. Sedangkan pusat mahkotanya memiliki semburat hijau pupus yang menambah nilai keindahan pada lilinum ini.
Image by Fe. Lokasi : Desa Brajan, Kabupaten Temanggung


Sebagai favorit pecinta tanaman hias, tentu diperlukan tips perawatan untuk menjaga kesuburan dan kecantikan dari bakung.
  1. Pemupukan berkala
Bunga bakung memerlukan pemupukan berkala. Namun, dengan kuantitas yang cukup, karena bakung tidak akan tumbuh dengan baik dalam keadaan pemupukan berlebihan. Terlalu banyak pupuk dapat menyebabkan batang maupun akar bunga bakung mengalami pembusukan.
Jarak ideal dalam pemupukan kurang lebih sebulan satu kali, dilakukan di tanah sekitar tanaman.
  1.  Penyiraman yang cukup
Bunga bakun pada dasarnya tidak memerlukan air dalam jumlah banyak karena daunnya yang tebal cenderung menyimpan air. Cukup disiram berkala pada masa-masa kemunculan kuncup bunga, dengan jumlah yang tidak berlebih dan jarak yang tidak terlalu rapat.
Image by Fe. Lokasi : Desa Walitelon, Temanggung

Pemberian air berlebih menyebabkan kelayuan, seperti pada bakung putih di atas
  1. Pemangkasan batang 
Pemangkasan adalah salah satu upaya yang diperlukan guna menjaga mekar bunga. Ketika masa bunga, potong beberapa batang untuk mendukung bunga lain agar bertumbuh dengan baik. Upaya ini juga dilakukan untuk menjaga bakung berbunga pada musim-musim selanjutnya.

Mudah bukan untuk merawat tanaman penuh pesona ini? tertarik untuk memeliharanya?


Image by Fe. Inti Bakung Merah

Image by Fe. Inti Bakung Oranye

Image by Fe. Inti Bakung Tembaga