marquee

WELCOME TO MY BLOG, FRIENDS!

Laman

Minggu, 21 Oktober 2018

Bagian 1 Fragmen Tembalang-Guangzhou : Saat Perjalanan 14 Hari ini dimulai





Ruas jalanan di pojokan Guangzhou, China Selatan, terasa lenggang. Satu dua pejalan kaki melintas bersama Dachshund atau Pomeranian mereka, memercikkan genangan-genangan kecil di atas aspal bekas hujan semalam. Pasca taifun yang habis menghantam empat negara -Hongkong, Taiwan, China Selatan dan Filipina- Guangzhou termasuk region yang lekas pulih seperti sedia kala. Seng dan kaca-kaca tak lagi berserak di sepanjang pertokoan, dan pagar-pagar tak lagi berhambur terseret angin di area pintu masuk stasiun kereta. Warganya pun kembali beraktivitas tanpa kulihat ada raut was-was.
Aku percaya frasa badai pasti berlalu, tapi tak pernah secara harafiah. Bagi anak yang lahir dan besar di tanah nusantara yang bertekanan udara stabil, Taifun Mangkhut adalah taifun besar pertama yang kuhadapi secara langsung. Derasnya angin bercampur dengan pecahan kayu dan kaca seakan siap mencacah badan ini kapan saja. Para pejalan kaki terhempas, dan payung-payung patah tanpa aba-aba.
Bertahan hidup di bawah Taifun Mangkhut tidak pernah ada di dalam rencana perjalanan kami ke China. Kami hanyalah mahasiswa-mahasiswa biasa, mengais rupiah dari menjual proposal ke universitas demi bisa mengambil bagian dari sebuah event pameran ilmiah berskala internasional yang diadakan di Kota Foshan, Provinsi Guangdong. Event itu berjalan lancar, dan kami sudah membayangkan pulang ke Tanah Air dengan wajah ceria karena selesai bermisi di tanah panda.
Keceriaan itu dihapus paksa oleh pengumuman penundaan penerbangan karena Taifun Mangkhut mengamuk tanpa permisi, menewaskan lusinan orang naas di region Utara Filipina, dan menghancurkan sebagian Hongkong dan Taiwan. Sang Taifun seakan tak puas menghancurkan kepulauan, ekornya yang dahsyat pun mencium daratan utama. Guangdong yang berada di bibir samudera pun lebur pertama, habis porakporanda. Kami –mahasiswa-mahasiswa biasa ini— ikut terjebak di dalamnya. Angin membuat kami harus berlari dari stasiun kereta ke apartemen dengan bertaruh nyawa.

Itu adalah fragmen kecil dari perjalanan kami berlima ke tanah China. Tanggal 8 September 2018, kereta api membawa kami bertolak dari bumi Semarang menuju Ibukota. Kami berlima, dengan semangat petualang yang masih menyala, menyapa Jakarta dan seluruh hiruk pikuknya.


"Something is about to happen". Poncol - Tanah Abang yang penuh cerita
Namanya Wahyu, tapi sistem limbic otakku terus memanggilnya "Andi"

Andi, kawan kami yang termuda, memanggil salah seorang kerabat untuk membantu kami pergi menuju bandara, bersiap terbang untuk menuju destinasi selanjutnya : Malaysia. Sepuluh jam transit di KLIA sudah cukup membuatku membayangkan banyak hal yang bisa kulakukan di sana, mengunjungi Petronas misalnya. 
Tanggal 9 September 2018, pesawat Air Asia baru menerbangkan kami dari Bandara Soekarno Hatta pukul 5 pagi. Setelah serentetan insiden penyitaan barang-barang liquid di kantor imigrasi, dan kejadian salah nama antara tiket dan paspor milik Andi, akhirnya pesawat lepas landas, membawa kami berlima meninggalkan Indonesia.
Bandara Soetta dan sisa semangat Asia Gamesnya

Aku dan Anis
Rasa lelah akibat semalaman tidur di bangku bandara terbawa naik ke udara. Inay dan Ragil yang duduk di deret yang berbeda segera terlelap kembali, sambil menunggu pesawat ini mendarat lagi. Anis berada di deret yang berbeda juga. Barangkali karena semalam dia tidur di mushola –tempat yang lebih nyaman daripada bangku ruang tunggu— anak itu punya energi lebih untuk tetap terjaga, mengobrol dengan sembarang penumpang di deret yang sama. Di belakang Anis, Andi juga tertidur, tak sempat memikirkan bagaimana ceritanya nama antara tiket dan paspornya bisa menjadi berbeda.
               Sedangkan aku, menyandar ke jendela, melihat bagaimana sayap kiri pesawat bisa timbul tenggelam ditelan awan. Pikirku berkelana, meski ini bukan pertama kali aku pergi ke luar negeri, tapi cemas itu tetap terasa. Kami pergi dalam rangka menghadiri acara pameran ilmiah, dengan membawa nama negara di mata cendekia-cendekia sedunia di China.
                China! Tidak terbayangkan kaki mahasiswa yang sehari-hari hanya menjelajah tanah Tembalang, kini terbang ke negeri Nenek Moyang. Aku tidak bercanda saat bilang China adalah negeri nenek moyang. Bukti Antropologi mengatakan bahwa penduduk semenanjung Malaya dulunya berasal dari Yunan, China Selatan. Sementara pesawat terus bergerak bersama singsingnya fajar, aku berdoa, semoga segalanya akan baik-baik saja. 
Jakarta-Kuala Lumpur juga penuh cerita
Semua memang baik-baik saja, sampai suhu di muka laut China naik, dan perbedaan tekanan udara melahirkan pusaran angin yang luar biasa. Pusaran itu berdiri dan terus meninggi, menyambar negara-negara di sekitar sana. 170 jam sebelum kami semua terjebak di dalam hempasan ganasnya, Air Asia transit, membawa kami mendarat di landasan KLIA.
Malaysia menyambut kami ramah, tanpa ada sekelebatpun pertanda, ada bencana siap menjegal kami berlima.

Bersambung
...

Minggu, 08 April 2018

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM) LIMA BIDANG


Program Kreativitas Mahasiswa 5 BIDANG

Apa itu program kreatifitas mahasiswa?
•      Suatu wahana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan memberi manfaat bagi masyarakat
•      Bertujuan mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi, berlandaskan pada penguasaan sains dan teknologi
•      Muaranya berupa penghargaan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional)

Jenis-jenis PKM 5 BIDANG
  • PKM PENELITIAN (PKM-P)
  • PKM KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) 
  • PKM TEKNOLOGI (PKM-T) 
  • PKM KARSA CIPTA (PKM-KC) 
  • PKM PENGABDIAN MASYARAKAT (PKM-M)


What Is PKM P?
Terdiri Dari Pkm Pe (Penelitian Ekstakta) Dan Pkm Psh (Penelitian Sosial Humaniora)
Ü Bentuk Kegiatannya Penelitian Dan Menghasilkan Data
Ü Keluarannya Berupa Publikasi Ilmiah (Wajib Publikasi Ilmiah)
Ü Bentuk Publikasi Ilmiah
Q Jurnal Nasional
Q Jurnal Internasional
Q Prosiding
Q Eksibisi Internasional (Opsional)

What Is PKM K?
•      Bentuk Kegiatannya Berupa Wirausaha (Berjualan Barang Atau Jasa)
•      Orientasi Profit/Keuntungan
•      Harus Ada Perhitungan Ekonomi Usaha
•      Dapat Berlanjut Terus (Bisa Menjadi Usaha Yang Kontinyu)
•      Luarannya Berupa Keuntungan Finansial Dan Publikasi Populer
•      Bentuk Publikasi Populer
Q Liputan Koran
Q Liputan Majalah
Q Liputan Televisi
Q Liputan Website Terpercaya

What Is PKM T?
•      Bentuk Kegiatannya Adalah Membuat Teknologi Untuk Membantu Masyarakat Produktif (Teknologi Diberikan Kepada Mitra Secara Cuma-Cuma ; Bukan Dijual)
•      Menjalin Mitra Dengan Masyarakat Produktif (Misalnya Petani, Pedagang, Nelayan, Industri Pabrik, Home Industri)
•      Harus Ada Surat Perjanjian Dengan Mitra
•      Berorientasi Pada Penyelesaian Masalah Mitra Dan Harus Bisa Kontinyu
•      Luaran Berupa Peningkatan Keuntungan Mitra Dan Publikasi Ilmiah Atau Populer

What Is PKM KC?
•      Bentuk Kegiatan Membuat Prototipe Alat Yang Aplikatif Dan Fungsional
•      Boleh Membuat Desain Tiruan Atau Rancangan Digitalnya Sebagai Alat Peraga
•      Berpotensi Dikembangkan
•      Luaran Berupa Prototipe Alat Utuh, Publikasi Ilmiah Atau Publikasi Populer.

What Is PKM M?
•      Bentuk Kegiatannya Berupa Pengabdian Kepada Masyarakat Non Produktif
•      Menjalin Mitra Dengan Masyarakat Non Produktif (Ibu-Ibu Di Desa, Anak-Anak Sekolah, Penderita Penyakit, Masyarakat Pada Umumnya, Tidak Mengarah Pada Industri/Kegiatan Usaha Tertentu)
•      Harus Ada Surat Perjanjian Mitra
•      Berorientasi Pada Penyelesaian Masalah Mitra
•      Luaran Berupa Terselesaikannya Masalah Mitra, Dan Publikasi Populer